Langkah Ke-1
Untuk membuat website, hal pertama yang saya lakukan adalah mengenal bahasa HTML (Hyper Text Markup Language), yaitu suatu bahasa yang dapat disajikan melalui browser internet. Untuk memperlajarinya saya langsung menggunakan editor WYSWYG, yaitu Microsoft Front Page karena kemudahannya. Disini saya mencoba untuk menuliskan teks-teks seperti saya menggunakan Ms. Word. Saya mencoba semua option yang tersedia, misalnya membuat paragarf, huruf tebal, miring, membuat judul, membuat tabel, membuat tulisan dalam 2 kolom, menambahkan gambar, dll. Kemudian melihat script HTML-nya dari hasil coba-coba tersebut.
Jadi pada langkah pertama ini, saya hanya mengenali terlebih dahulu format/sintax penulisan bahasa HTML. Dan setelah beberapa kali mencoba, akhirnya saya mengetahui bahwa untuk mengatur penempatan teks-teks pada HTML adalah melalaui desain/pembuatan tabel. Jadi kesimpulannya untuk mengatur penempatan teks adalah dengan mengatur penempatan/pembuatan tabel.
Catatan:
Macromedia Dreamweaver saat ini menjadi pilihan yang tepat untuk mulai belajar HTML, selain cukup mudah juga menyediakan berbagai fasilitas yang memudahkan kita. Selain itu cukup banyak buku-buku yang membahasnya dan juga tersedia tutorial berupa software belajar membuat website melalui Macromedia Dreamweaver. Bagi mahasiswa AMIK-BSI dan STMIK NUSA MANDIRI yang ingin mendapatkan software belajar membuat website menggunakan Macromedia Dreamweaver, silahkan hubungi saya.
Langkah Ke-2
Langkah ke-2 saya adalah mulai membuat website statik secara lengkap, disini mulai timbul kesulitan, terutama menentukan website seperti apa yang akan saya buat. Akhirnya saya membuat website perusahaan fiktif (waktu itu saya membuat website perusahaan yang menjual kendaraan)
Catatan:
Setalah Anda mengetahui cara pembuatannya secara umum, saya menyarankan Anda untuk membuat website statik lengkap pertama Anda. Paling mudah adalah membuat website pribadi yang dapat Anda isi dengan : siapa Anda, kesukaan/hobby, keluarga Anda, daftar teman-teman, dll. silahkan meng-imajinasikannya sendiri. Setelah selesai, bukankah mudah untuk membuat website Anda sendiri.
Langkah Ke-3
Setelah PD (percaya diri) telah berhasil membuat website pribadi meskipun cuman website statik saja, saya mulai memperkenalkan diri saya dengan website yang sifatnya dinamik. Dan saya memilih mempelajari PHP dengan databasenya MySQL karena alasan gratis dan banyak tersedia tutornya.
Meskipun hanya berbekal HTML, akhirnya saya mencari program-program siap pakai untuk membuat website dengan menggunakan PHP. Disini saya berkenalan dengan istilah CMS (Content Management System), yaitu program aplikasi yang digunakan untuk mengelola isi dari sebuah website secara instan.
Ada beberapa CMS yang paling banyak digunakan orang untuk membangun suatu website dinamik dengan sangat baik, antara lain : PHP Nuke, Mambo, Jombla dan masih banyak lainnya. Untuk yang berbahasa Indonesia, ada beberapa CMS yang dibuat oleh orang kita sendiri, antara lain : Aura CMS, Endonesia, dll.
Setelah membaca petunjuk yang ada di CMS-CMS tersebut, akhirnya saya berkenalan dengan Apache, yaitu suatu program aplikasi server yang digunakan untuk menjalankan program seperti PHP dan database MySQL. Disini saya baru mengetahui bahwa PHP itu adalah program yang sifatnya Server Side, yaitu hanya bisa dijalankan di sisi server, seperti misalnya Apache (Linux & Windows), IIS (Windows). Jadilah saya menginstall server Apache di komputer windows saya dan mencoba menginstall program-program CMS tersebut untuk mempelajari script penulisan bahasa PHP-nya.
Catatan:
Awalnya memang cukup sulit untuk menginstall server Apache, tetapi saat ini sudah banyak tersedia rogram aplikasi untuk menginstall server Apache, misalnya PHPTriad. Saat ini saya menggunakan program apliaksi PHP2Triad, karena kelengkapannya. Ikuti pembahasan tentang installasi PHP2Triad pada pembhasan berikutnya.
Langkah Ke-4
Ini adalah langkah terlama yang saya lalui, yaitu mengutak-atik (merubah-ubah) tampilan pada CMS yang saya pilih tersebut. Waktu itu saya menginstall PHP Nuke, ternyata cukup sulit untuk merubah tampilannya, apalagi saya waktu itu hanya berbekal HTML saja. Setelah mencoba-coba CMS lainnya, yang agak gampang dipelajari adalah Aura-CMS yang dibuat oleh orang Semarang, karena ada pengantar bahsa Indonesianya.
Saya melengkapi diri dengan buku tentang PHP untuk dapat mengerti bagaimana cara kerja CMS tersebut. Jadi saya belajar langsung dengan merubah-ubah script dari CMS tersebut, berbekal buku PHP. Buku yang menemani saya waktu itu adalah "Dasar Pemrograman WEB Dengan Menggunakan PHP, karang Abdul Kadir, Penerbit Andi Yogyakarta". Buku ini saya anggap cocok, karena berisikan perintah-perintah dalam PHP dan contoh, sehingga saya dapat mencari dengan cepat perintah yang ada pada scripts tersebut.
Setelah mencoba berkali-kali dan penuh kesabaran (hehehehe), akhirnya saya berhasil merubah tampilan dari Aura-CMS dengan desain sesuai dengan yang saya inginkan.
Meskipun saya telah berhasil merubah tampilan, saya masih belum puas dengan CMS tersebut, karena untuk merubah desainnya sesuai dengan yang inginkan, saya harus merubahnya dengan cukup menguras energi. Karena dari hasil coba-coba yang saya lakukan, saya dapat mengambil kesimpulan, fasilitas yang disediakan oleh CMS tersebut pada dasarnya sama/mirip. Berarti yang saya perlukan adalah bagaimana mendesain suatu website dinamik dengan mudah. Disinilah proyek pembuatan CMS versi saya sendiri dimulai. Saya mengambil fasilitas-fasilitas yang ada di CMS-CMS tersebut untuk digabungkan dan menambahkan script-script PHP untuk keperluan mendesain tampilan yang mudah untuk diubah seperti hanya membuat website statik. Selain itu saya juga mencari script-script di internet yang dapat menunjang CMS yang akan saya buat.
Langkah Ke-5
Pada langkah ini, saya berkonsentrasi penuh untuk menyelesaikan pembuatan CMS saya sendiri dan ditambah dengan fasiltias-fasilitas tambahan yang saya peroleh dari pencarian di internet.
Sampai akhirnya selesailah sudah, kalo nggak salahtahun 2004 lalu, saya berhasil menyelesaikan CMS saya sendiri dan saya beri nama CIPTA-Portal. Meskipun secara keseluruhan selesai, masih banyak script yang belum lengkap atau masih salah. Dan saat ini masih diperbaiki terus dan ditambahkan fasilitas-fasilitasnya.
Langkah Ke-6
Mulailah saya belajar mendesain animasi. Mulai dari mendesain gambar animasi dengan format GIF sampai belajar FLASH. Karena program apliaksinya siap pakai, maka saya tinggal mempelajarinya saya. Oh iya, disini saya mulai belajar mendesain dengan menggunakan Adobe Photoshop untuk gambarnya. Belajar otodidak saja, nggak perlu kursus, kecuali Anda ingin menjadi graphic desaing.
Catatan:
Untuk belajar membuat animasi GIF, saya menggunakan software GIF Animator dan untuk belajar Flash, saya menggunakan program SWiS versi 2.0.
Langkah Ke-7
Tidak berhenti untuk belajar.
Nah demikianlah perjalanan saya saat belajar membuat website. Mungkin pengalaman saya ini dapat menjadi langkah awal Anda untuk belajar membuat website.
Saat ini saya sedang mempersiapkan, materi untuk belajar bersama, antara lain :
• Belajar HTML
• Installasi Server Apache menggunakan PHP2Triad
• Belajar PHP dan MySQL
Kunjungi dwiantoro.com ini beberapa waktu lagi, materi tersebut mungkin saja sudah ada di portal saya ini.
Terima kasih atas perhatiannya.

0 komentar:
Posting Komentar